Tik Tok Shop Ditutup: kenapa dan apa alasannya?

MIBNU.COM – Tik Tok Shop adalah fitur jual beli yang ada di dalam aplikasi Tik Tok, sebuah platform media sosial berbasis video pendek. Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat produk-produk yang ditawarkan oleh penjual atau afiliasi saat menonton video live streaming atau video biasa. Pengguna juga bisa langsung melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan saldo atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi. Namun, fitur ini resmi ditutup pada Rabu, 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB, sebagai bentuk kepatuhan dan penghormatan Tik Tok terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Penutupan ini tentu saja berdampak bagi para pengguna, penjual, dan afiliasi yang sudah terbiasa menggunakan fitur ini. Lalu, apa sebenarnya alasan dan dampak dari Tik Tok Shop Ditutup di Indonesia? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Baca Juga: Belajar Bahasa Inggris Dasar untuk Pemula

Alasan Penutupan Tik Tok Shop

Tik Tok Shop Ditutup di Indonesia disebabkan oleh adanya peraturan baru dari Kementerian Perdagangan yang mengatur tentang penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce. Peraturan ini dikeluarkan pada 19 September 2023 dan mulai berlaku pada 4 Oktober 2023. Salah satu ketentuan dalam peraturan ini adalah bahwa platform social commerce, yaitu platform yang menggabungkan media sosial dan e-commerce, tidak boleh memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Platform social commerce hanya boleh menyediakan fitur untuk menampilkan produk atau jasa, memberikan informasi, atau menghubungkan penjual dan pembeli. Jika platform social commerce ingin memfasilitasi transaksi, maka mereka harus mengurus izin sebagai lokapasar, yaitu platform e-commerce yang menyediakan fasilitas untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung. Izin ini harus diajukan ke Kementerian Perdagangan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti memiliki badan hukum Indonesia, memiliki server di Indonesia, dan memiliki sistem pengaduan konsumen.

Tik Tok, sebagai platform social commerce yang sudah memiliki fitur Tik Tok Shop sejak Juni 2022, tentu saja terkena dampak dari peraturan baru ini. Tik Tok tidak bisa lagi menyediakan fitur transaksi di dalam aplikasinya, karena itu melanggar ketentuan peraturan. Oleh karena itu, Tik Tok mengirimkan surat kepada para pengguna, penjual, dan afiliasi pada 3 Oktober 2023, yang menyatakan bahwa Tik Tok akan menutup layanan Tik Tok Shop pada keesokan harinya. Dalam surat tersebut, Tik Tok juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pengguna, penjual, dan afiliasi yang sudah mendukung dan mempercayai fitur Tik Tok Shop selama ini. Tik Tok juga menyatakan kepatuhan dan penghormatannya terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia, serta berharap bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memberikan layanan yang bermanfaat dan menghibur.

Bukan hanya tiktok platform social commerce

Tik Tok bukanlah satu-satunya platform social commerce yang terkena dampak dari peraturan baru ini. Platform lain seperti Shopee Live, Lazada Live, Blibli Live, dan Bukalapak Live juga harus menyesuaikan diri dengan peraturan ini. Beberapa platform memilih untuk menonaktifkan fitur transaksi di dalam aplikasinya, sementara beberapa lainnya memilih untuk mengalihkan transaksi ke situs web atau aplikasi e-commerce mereka. Dengan demikian, para pengguna tidak bisa lagi menikmati kemudahan berbelanja online lewat aplikasi media sosial favorit mereka.

Dampak Penutupan Tik Tok Shop bagi Pengguna

Penutupan Tik Tok Shop tentu saja berdampak bagi para pengguna yang sudah terbiasa melakukan aktivitas jual beli lewat aplikasi Tik Tok. Pengguna tidak bisa lagi melihat produk-produk yang ditawarkan oleh penjual atau afiliasi saat menonton video live streaming atau video biasa. Pengguna juga tidak bisa lagi melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan saldo atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi. Jika pengguna mencoba untuk mengakses fitur Tik Tok Shop, maka mereka akan mendapatkan pesan bahwa fitur ini sudah tidak tersedia lagi.

Pengguna yang memiliki saldo dan terlanjur check out

Lalu, bagaimana dengan pengguna yang sudah terlanjur check out atau memiliki saldo di Tik Tok Shop? Tik Tok memberikan solusi bagi pengguna yang mengalami hal ini. Untuk pengguna yang sudah check out, Tik Tok akan tetap memproses pesanan mereka sampai barang sampai di tangan mereka. Tik Tok juga akan memberikan garansi dan perlindungan konsumen bagi pengguna yang mengalami masalah dengan pesanan mereka, seperti barang tidak sesuai, rusak, atau hilang. Untuk pengguna yang memiliki saldo di Tik Tok Shop, Tik Tok akan mengembalikan saldo mereka ke rekening bank atau dompet digital yang mereka daftarkan. Proses pengembalian saldo ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari 5 Oktober 2023 sampai dengan 31 Desember 2023.

Meskipun Tik Tok memberikan solusi bagi pengguna yang sudah terlanjur check out atau memiliki saldo di Tik Tok Shop, tetap saja penutupan fitur ini mengecewakan banyak pengguna. Banyak pengguna yang merasa kehilangan fitur yang menurut mereka praktis, mudah, dan menyenangkan. Banyak juga pengguna yang merasa rugi karena tidak bisa lagi mendapatkan diskon, cashback, atau hadiah dari fitur ini. Bagi pengguna yang suka berbelanja online, penutupan fitur ini membuat mereka harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

Solusi belanja online

Bagi pengguna yang ingin tetap bisa berbelanja online dengan aman dan nyaman, ada beberapa tips yang bisa mereka lakukan. Pertama, mereka bisa mencari platform e-commerce lain yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Mereka bisa membandingkan harga, kualitas, dan layanan dari berbagai platform e-commerce yang tersedia di Indonesia. Kedua, mereka bisa memanfaatkan fitur media sosial lain yang masih bisa digunakan untuk berinteraksi dengan penjual atau afiliasi. Mereka bisa mengikuti akun-akun yang menjual produk atau jasa yang mereka minati, menanyakan detail produk atau jasa tersebut, dan melakukan transaksi di luar aplikasi. Ketiga, mereka bisa berhati-hati dalam melakukan transaksi online, terutama jika menggunakan metode pembayaran yang tidak resmi atau tidak dilindungi oleh platform. Mereka harus memastikan identitas dan kredibilitas penjual atau afiliasi, memeriksa testimoni atau ulasan dari pembeli lain, dan menghindari penipuan atau kecurangan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, pengguna bisa tetap menikmati berbelanja online meskipun tidak bisa lagi menggunakan fitur Tik Tok Shop. Pengguna juga bisa tetap mendapatkan informasi, inspirasi, dan hiburan dari aplikasi Tik Tok, yang masih menyediakan berbagai video pendek yang menarik dan kreatif. Pengguna juga bisa tetap berpartisipasi dalam berbagai tantangan, kampanye, atau event yang diadakan oleh Tik Tok atau mitra-mitranya. Dengan demikian, pengguna tidak perlu merasa kehilangan fitur Tik Tok Shop terlalu dalam.

Tambahan dari saya pribadi

Tapi tentu saya juga menyarankan agar berbelanja Offline karena itu juga akan membantu para umkm offline yang selalu menunggu-menunggu kalian para pembeli, terkadang ketika saya pergi kepasar tradisional di daerah saya di kb. Tangerang tepatnya di pasar gudang tigaraksa. Saya selalu melihat dari kejauhan para pedagang saking sepinya mereka menghibur diri mereka dengan bercerita satu sama lain sambil tertawa, saya juga melihat ibu-ibu pedagang itu ketiduran dan juga tidak sedikit dari mereka tidak makan siang karena belum ada penghasilan sama sekali ada pun uang hanya untuk kembalian jika ada pembeli, dan itu pun jika ada dan terkadang belum tentu ada. Ini hanya saran saya jangan selalu beli online karena sesungguhnnya kita juga saling membutuhkan InsyAllah.

Banyak juga yang mengatakan zaman sekarang kan sudah maju kenapa tidak berjualan online saja? dan tidak perlu keluar banyak modal untuk biaya ruko, lapak dll. Saya melihat dari pedagang-pedagang di pasar juga berjualan online tapi via whatsapp mereka biasanya membuat status dan jika ada yang membeli akan diantarkan, Tapi usaha seperti itupun sekarang sudah sepi, dan jika kita ingin beralih ke e-commerce live dan sebagainya tentu tidak akan sangat mudah, karena rata-rata para pedagang itu bapak-ibu yang sudah berumur dan jika di jelaskan akan sangat sulit. Mungkin segitu saja tambahan dari saya 🙂

Dampak Penutupan Tik Tok Shop bagi Penjual dan Afiliasi

Tidak hanya pengguna, penjual dan afiliasi juga merasakan dampak dari penutupan Tik Tok Shop. Bagi mereka, fitur ini merupakan sumber pendapatan yang cukup menggiurkan. Dengan fitur ini, mereka bisa menawarkan produk atau jasa mereka kepada jutaan pengguna Tik Tok yang potensial menjadi pembeli. Mereka juga bisa memanfaatkan fitur live streaming untuk berinteraksi langsung dengan pembeli, memberikan demo produk, menjawab pertanyaan, atau memberikan diskon dan hadiah. Dengan fitur ini, mereka bisa meningkatkan penjualan, omzet, dan keuntungan mereka.

Namun, dengan ditutupnya fitur ini, mereka kehilangan kesempatan untuk berjualan lewat aplikasi Tik Tok. Mereka tidak bisa lagi memasang produk atau jasa mereka di fitur Tik Tok Shop, atau melakukan transaksi dengan pembeli lewat aplikasi. Mereka juga tidak bisa lagi mendapatkan komisi atau insentif dari Tik Tok sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka. Bagi mereka, penutupan fitur ini merupakan pukulan yang cukup berat bagi bisnis dan karier mereka.

Bagaimana reaksi dan kesan dari penjual dan afiliasi terhadap penutupan Tik Tok Shop? Berdasarkan beberapa sumber berita dan media sosial, banyak penjual dan afiliasi yang merasa kecewa, sedih, marah, atau bingung dengan keputusan ini. Mereka merasa tidak adil karena tidak diberikan waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Dan juga merasa tidak dihargai oleh Tik Tok yang sudah memanfaatkan tenaga dan kreativitas mereka selama ini. Mereka juga merasa tidak yakin dengan masa depan bisnis dan karier mereka di dunia online.

Namun, tidak semua penjual dan afiliasi bersikap negatif terhadap penutupan Tik Tok Shop. Ada juga yang bersikap positif, realistis, atau optimis dengan keputusan ini. Mereka menganggap ini sebagai tantangan yang harus mereka hadapi dan peluang yang harus mereka manfaatkan. Dan juga mengucapkan terima kasih kepada Tik Tok yang sudah memberikan mereka kesempatan untuk berjualan lewat aplikasi ini. Mereka juga menyampaikan harapan agar Tik Tok bisa segera membuka kembali fitur Tik Tok Shop di Indonesia.

Peluang Tik Tok Shop untuk Buka Lagi di Indonesia

Apakah ada kemungkinan Tik Tok Shop bisa buka lagi di Indonesia? Jawabannya adalah ada, tetapi tidak mudah. Tik Tok harus memenuhi syarat dan proses yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bisa membuka kembali layanan Tik Tok Shop di Indonesia. Salah satu syarat utama adalah bahwa Tik Tok harus mengurus izin sebagai lokapasar, yaitu platform e-commerce yang menyediakan fasilitas untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung. Izin ini harus diajukan ke Kementerian Perdagangan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti memiliki badan hukum Indonesia, memiliki server di Indonesia, dan memiliki sistem pengaduan konsumen.

Pengauan Izin Yang Tidak Mudah

Proses pengajuan izin sebagai lokapasar ini tidaklah singkat atau mudah. Tik Tok harus mengisi formulir permohonan, melampirkan dokumen-dokumen pendukung, membayar biaya administrasi, dan menunggu verifikasi dan evaluasi dari Kementerian Perdagangan. Proses ini bisa memakan waktu beberapa bulan atau bahkan tahun, tergantung pada kesiapan dan kelengkapan dari Tik Tok. Selain itu, Tik Tok juga harus bersaing dengan platform e-commerce lain yang sudah lebih dulu mendapatkan izin sebagai lokapasar, seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Tik Tok harus bisa menunjukkan keunggulan dan keunikan dari fitur Tik Tok Shop agar bisa menarik kembali minat dan kepercayaan dari para pengguna, penjual, dan afiliasi.

Apa status dan rencana dari Tik Tok terkait dengan pengajuan izin sebagai lokapasar di Indonesia? Berdasarkan beberapa sumber berita dan media sosial, Tik Tok sedang dalam proses mengurus izin ini. Tik Tok mengaku sudah memiliki badan hukum Indonesia, yaitu PT Tik Tok Pte Ltd, yang didirikan pada 18 Agustus 2020. Dan juga mengaku sudah memiliki server di Indonesia, yang berlokasi di Jakarta. Selain itu juga mengaku sudah memiliki sistem pengaduan konsumen, yang bisa diakses melalui fitur bantuan di aplikasi atau situs web Tik Tok.

Tik Tok mengatakan bahwa mereka sangat berkomitmen untuk bisa membuka kembali layanan Tik Tok Shop di Indonesia. Dan mengatakan bahwa mereka sangat menghargai dan menghormati peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Tik Tok juga mengatakan bahwa mereka sangat peduli dengan kepentingan dan kesejahteraan dari para pengguna, penjual, dan afiliasi di Indonesia. Tik Tok berharap bisa segera mendapatkan izin sebagai lokapasar dari Kementerian Perdagangan, sehingga bisa kembali menyediakan fitur Tik Tok Shop yang disukai oleh banyak orang.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang alasan dan dampak dari Tik Tok Shop Ditutup di Indonesia. Kita telah mengetahui bahwa penutupan ini disebabkan oleh adanya peraturan baru dari Kementerian Perdagangan yang melarang platform social commerce memfasilitasi transaksi. Kita juga telah mengetahui bahwa penutupan ini berdampak bagi para pengguna, penjual, dan afiliasi yang sudah terbiasa menggunakan fitur ini. Dan juga telah mengetahui bahwa Tik Tok masih memiliki peluang untuk membuka kembali layanan Tik Tok Shop di Indonesia, tetapi dengan syarat dan proses yang tidak mudah.

Dari artikel ini, kita bisa mengambil beberapa pelajaran. Pertama, kita harus selalu mengikuti dan menghormati peraturan dan hukum yang berlaku di negara kita, karena itu merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai warga negara. Kedua, kita harus selalu siap menghadapi perubahan dan tantangan yang ada di dunia online, karena itu merupakan bagian dari dinamika dan perkembangan teknologi. Ketiga, kita harus selalu berpikir positif dan optimis, karena itu merupakan kunci untuk bisa bertahan dan berkembang di dunia online.

Akhir kata, saya berharap artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Tik Tok Shop Ditutup di Indonesia. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

FAQ

Apa itu Tik Tok Shop?

Tik Tok Shop adalah fitur jual beli yang ada di dalam aplikasi Tik Tok, sebuah platform media sosial berbasis video pendek. Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat produk-produk yang ditawarkan oleh penjual atau afiliasi saat menonton video live streaming atau video biasa. Pengguna juga bisa langsung melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan saldo atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi.

Mengapa Tik Tok Shop ditutup di Indonesia?

Tik Tok Shop ditutup di Indonesia karena adanya peraturan baru dari Kementerian Perdagangan yang melarang platform social commerce memfasilitasi transaksi. Platform social commerce hanya boleh menyediakan fitur untuk menampilkan produk atau jasa, memberikan informasi, atau menghubungkan penjual dan pembeli. Jika platform social commerce ingin memfasilitasi transaksi, maka mereka harus mengurus izin sebagai lokapasar, yaitu platform e-commerce yang menyediakan fasilitas untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung.

Bagaimana cara mengembalikan saldo atau barang yang sudah dibeli di Tik Tok Shop?

Untuk pengguna yang sudah check out, Tik Tok akan tetap memproses pesanan mereka sampai barang sampai di tangan mereka. Tik Tok juga akan memberikan garansi dan perlindungan konsumen bagi pengguna yang mengalami masalah dengan pesanan mereka, seperti barang tidak sesuai, rusak, atau hilang. Untuk pengguna yang memiliki saldo di Tik Tok Shop, Tik Tok akan mengembalikan saldo mereka ke rekening bank atau dompet digital yang mereka daftarkan. Proses pengembalian saldo ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari 5 Oktober 2023 sampai dengan 31 Desember 2023.

Apa alternatif lain selain Tik Tok Shop untuk berjualan online?

Ada beberapa alternatif lain selain Tik Tok Shop untuk berjualan online, seperti platform e-commerce resmi yang sudah memiliki izin sebagai lokapasar, platform media sosial lain yang masih bisa digunakan untuk berinteraksi dengan penjual atau afiliasi, atau situs web atau aplikasi pribadi yang dibuat oleh penjual atau afiliasi sendiri. Namun, pengguna harus berhati-hati dalam melakukan transaksi online, terutama jika menggunakan metode pembayaran yang tidak resmi atau tidak dilindungi oleh platform. Pengguna harus memastikan identitas dan kredibilitas penjual atau afiliasi, memeriksa testimoni atau ulasan dari pembeli lain, dan menghindari penipuan atau kecurangan.

Apakah ada kemungkinan Tik Tok Shop buka lagi di Indonesia?

Ada kemungkinan Tik Tok Shop bisa buka lagi di Indonesia, tetapi tidak mudah. Tik Tok harus memenuhi syarat dan proses yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bisa membuka kembali layanan Tik Tok Shop di Indonesia. Salah satu syarat utama adalah bahwa Tik Tok harus mengurus izin sebagai lokapasar, yaitu platform e-commerce yang menyediakan fasilitas untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung. Izin ini harus diajukan ke Kementerian Perdagangan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti memiliki badan hukum Indonesia, memiliki server di Indonesia, dan memiliki sistem pengaduan konsumen.

Getting Info...

About the Author

The best of humanity is the one who is most beneficial to others. When someone has passed away, their deeds are severed except for three things: ongoing charity (Sadaqah Jariyah), beneficial knowledge, and a righteous child who prays for their paren…

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.