Manfaat Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari

MIBNU.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita terlalu sibuk dengan rutinitas dan aktivitas yang tak berujung. Terkadang, kita melupakan untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Artikel ini akan membahas pentingnya manfaat syukur nikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana bukti penghambaan kepada Allah dapat tercermin dalam sikap syukur kita.

Mengenali Makna Syukur

Allah SWT dalam Al-Quran telah memberikan petunjuk yang jelas tentang makna syukur. Dalam surat An-Nahl ayat 114, Allah berfirman:

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Makanlah kalian dari sebagian rezeki yang Allah berikan yang halal dan baik, dan bersyukurlah kalian atas nikmat Allah apabila kalian benar-benar beribadah hanya kepada-Nya.” (QS. An-Nahl: 114)

Syukur adalah sikap apresiasi dan penghargaan kita terhadap nikmat-nikmat Allah. Ini mencakup berbagai aspek, baik nikmat lahiriah maupun batiniah, serta nikmat yang terkait dengan urusan agama dan dunia. Nikmat Allah begitu melimpah, bahkan tak terhingga.

Kehidupan sebagai Nikmat Allah

Salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada kita adalah kehidupan di dunia ini. Ini adalah nikmat yang harus kita syukuri dengan beribadah kepada-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 21:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian Yang menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)

Menurut para ulama, tanda kebahagiaan seorang hamba terletak pada kesyukurannya ketika diberi nikmat. Syukur kepada Allah mencakup amalan hati, amalan lisan, dan amalan dengan anggota badan. Ini berarti kita harus mengakui bahwa nikmat-nikmat ini berasal dari Allah, memuji-Nya, dan menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada-Nya.

Ibadah sebagai Bukti Syukur

Para ulama telah menjelaskan bahwa amal saleh dan ibadah merupakan bukti nyata dari syukur kepada Allah. Inti dari syukur adalah mentauhidkan-Nya, yaitu hanya beribadah kepada Allah semata. Ini adalah kewajiban terbesar manusia kepada Tuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى العِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sesungguhnya hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah tidak menerima amalan yang dicampur dengan syirik. Ini telah dijelaskan dalam Al-Quran:

وَلَوۡ أَشۡرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ

Dan seandainya mereka itu melakukan syirik, pasti akan lenyap semua amal yang dahulu pernah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88)

Hakikat syukur kepada Allah adalah dengan mempersembahkan semua bentuk ibadah hanya untuk Allah dan meninggalkan segala bentuk syirik dan kekafiran.

Baca Juga: Abdullah bin Mas’ud hati-hati dalam Mendokumentasikan Hadits

Manfaat Syukur Nikmat Ketaatan

Nikmat ketaatan kepada Allah juga merupakan bagian dari nikmat yang harus kita syukuri. Nikmat ini termasuk dalam kategori nikmat batiniah yang lebih agung daripada nikmat-nikmat dunia. Oleh karena itu, kita harus selalu mensyukurinya.

Cara mensyukuri nikmat ketaatan kepada Allah adalah dengan menjaga tiga aspek penting:

1. Mengakui Sumber Nikmat

Pertama-tama, kita harus mengakui bahwa nikmat-nikmat ketaatan kepada Allah berasal dari-Nya. Ini berarti kita harus meyakini dengan tulus dalam hati kita bahwa setiap ketaatan dan kebaikan yang kita lakukan adalah anugerah dari Allah.

2. Memuji dan Menceritakan Nikmat

Kemudian, kita perlu memuji Allah dan menceritakan nikmat-nikmat tersebut secara lahiriah. Ini melibatkan berbicara tentang ketaatan kita kepada orang lain sebagai bentuk penghargaan terhadap nikmat yang Allah berikan.

3. Menggunakan Nikmat untuk Ketaatan

Terakhir, kita harus menggunakan nikmat ketaatan itu dalam ketaatan kepada Allah. Artinya, kita harus memastikan bahwa ketaatan kita tidak hanya berhenti pada pengakuan dan pujian, tetapi juga melibatkan penggunaan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah dengan segenap hati.

Kesimpulan

Manfaat Syukur kepada Allah adalah bukti penghambaan kepada-Nya. Itu adalah cara kita mengakui dan menghargai nikmat-nikmat-Nya, baik yang berkaitan dengan kehidupan ini maupun ketaatan kepada-Nya. Kita harus mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah, memuji-Nya, dan menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada-Nya. Dengan melakukan ini, kita menunjukkan bahwa kita benar-benar beribadah hanya kepada Allah, dan inilah bentuk tertinggi dari penghambaan kepada-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita selalu mampu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan dan tetap setia dalam ketaatan kepada-Nya.

Getting Info...

About the Author

The best of humanity is the one who is most beneficial to others. When someone has passed away, their deeds are severed except for three things: ongoing charity (Sadaqah Jariyah), beneficial knowledge, and a righteous child who prays for their paren…

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.